Apakah memberi itu salah? Bagaimana pandangan masyarakat Memphis terhadap kemurahan hati sebagai tindakan kesalehan yang sesuai dengan ajaran Alkitab?
- Dr. Layne McDonald

- 3 hari yang lalu
- 4 menit membaca
Ini adalah bagian kedua dari seri lima bagian kami tentang hubungan spiritual. Bacalah bagian pertama tentang komunitas gereja sejati.
Apa yang akan Anda lakukan jika saya memberi tahu Anda bahwa menyumbangkan persepuluhan setiap minggu justru dapat merusak hubungan Anda dengan Tuhan, bukannya memperkuatnya?
Saya tahu ini mungkin terdengar aneh, tetapi dengarkan. Setelah bertahun-tahun mengamati pergumulan yang dihadapi orang percaya dalam hal kemurahan hati, penulis dan pemimpin agama Lynn McDonald telah membuat pengamatan yang mengkhawatirkan: Banyak orang Kristen telah mengubah kemurahan hati yang alkitabiah menjadi praktik keagamaan yang menjauhkan mereka dari Tuhan.
Kabar baiknya adalah gereja-gereja di Memphis menyadari fakta ini, dan perubahannya sangat luar biasa.
Jebakan pemasaran yang mencuri kebahagiaan Anda
Bayangkan saja: Anda sedang duduk di gereja, mendengarkan pendeta berbicara tentang memberi, dan jantung Anda mulai berdebar kencang. Kemudian Anda mulai menghitung.
Bisakah saya membayar 10% bulan ini?
Bagaimana jika Tuhan marah padaku?
Jika saya tidak cukup memaafkan kesalahan, dapatkah saya menjadi seorang Kristen sejati?

Dialog internal ini mengungkapkan sesuatu yang penting: Tanpa disadari, Anda terjebak…
Namun, itulah yang sebenarnya terjadi di gereja-gereja seperti First Assembly of Memphis: para anggota menemukan bahwa kemurahan hati menurut Alkitab adalah tindakan memberi tanpa alasan, bukan kewajiban. "Persepuluhan adalah prinsip Alkitab yang kami ikuti, tetapi sebagian besar adalah masalah hati, bukan masalah berbagi warisan," kata seorang pemimpin di gereja Memphis ini.
Ilmu di balik kemurahan hati
Ilmu saraf mengungkapkan fakta-fakta menarik tentang bagaimana otak kita memproses kemurahan hati. Ketika kita memberi karena takut atau terpaksa, pusat penghargaan otak (amigdala) mengaktifkan jalur yang berhubungan dengan stres. Tetapi ketika kita memberi karena cinta dan rasa syukur, otak kita melepaskan oksitosin, hormon yang sama yang memperkuat ikatan antara ibu dan bayinya serta memupuk hubungan yang lebih dalam.
Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Jordan Grafman di Northwestern University menemukan bahwa orang yang dermawan mengalami peningkatan aktivitas di pusat penghargaan otak mereka. Memberi membuat mereka merasa senang. Tetapi yang lebih penting, ini hanya terjadi ketika sumbangan diberikan secara sukarela dan bermakna, bukan karena paksaan.
Apa artinya ini?
Apa yang Alkitab katakan tentang kemurahan hati yang berasal dari hati?
Mari kita bahas ajaran Alkitab. Ya, Alkitab berbicara tentang persepuluhan. Tetapi mari kita pertimbangkan konteks yang diberikan Yesus:
Tuhan menyukai orang-orang yang murah hati.
Perhatikan bahwa dia tidak mengatakan, "Tuhan mengasihi pemberi sedekah yang gembira" atau "Tuhan mengasihi orang berdosa yang memberi sedekah." Kata-kata "

Yesus sendiri menegaskan hal ini ketika Ia mengkritik orang-orang Farisi, yang membayar persepuluhan tetapi secara tidak langsung mengabaikan “hal-hal yang lebih penting dalam hukum Taurat: keadilan, belas kasihan, dan iman” (Matius 23:23). Ia tidak mengutuk persepuluhan itu sendiri, melainkan masalah yang lebih luas yaitu komersialisme keagamaan.
Penelitian ini terjadi ketika kita memahami...
Sebuah revolusi dalam komunikasi sedang terjadi di gereja-gereja Memphis.
Transformasi unik sedang terjadi di komunitas gereja kita. Umat percaya beralih dari pola pikir "Saya harus memberi" ke pola pikir "Saya bisa memberi." Mereka beralih dari pola pikir "Apa yang akan terjadi jika saya tidak memberi?" ke pola pikir "Bagaimana saya dapat berpartisipasi dalam pekerjaan Tuhan?"
Ini bukan tentang menurunkan standar atau mengubah proposisi nilai menjadi pilihan, tetapi
Orang-orang berdonasi dengan murah hati (tetapi sebaliknya juga benar!).
Ada percakapan yang baik tentang uang dalam keluarga.
Komunitas gereja tidak dekat dengan masyarakat dan tidak kritis.
Iman seseorang akan bertumbuh, bukan melemah.

Menurut ilmu komunikasi, komunikasi yang jujur menghasilkan hasil yang lebih baik daripada penipuan atau tekanan. Prinsip yang sama berlaku untuk hubungan kita dengan Tuhan.
dari satu bisnis ke bisnis lain: dari satu bisnis ke bisnis lain
Pergeseran dari periklanan ke komunikasi bukan hanya logis tetapi juga praktis. Mari kita lihat bagaimana cara kerjanya:
Bantuan keuangan untuk periklanan
Kemurahan hati dalam hubungan
Bantuan keuangan untuk periklanan:
Membangun hubungan baik:
Bantuan keuangan untuk periklanan
membangun hubungan
Gereja-gereja yang memimpin gerakan ini di Memphis tidak meninggalkan prinsip-prinsip Alkitab, melainkan menemukannya kembali. Mereka membantu orang-orang untuk memahaminya.
Tiga Cara Penting bagi Pemimpin Gereja untuk Mengembangkan Kemurahan Hati Berdasarkan Alkitab
1. Ajarkan konsep berpikir sebelum gagal.
Berhentilah berfokus pada persentase dan fokuslah pada hal yang paling penting. Sebelum membahas jumlah donasi tertentu, bantulah orang-orang memahami bahwa Tuhan adalah Bapa yang murah hati. Bagikan pengalaman yang menunjukkan bagaimana donasi telah memperkuat iman mereka tidak hanya dalam kegiatan gereja tetapi juga dalam Tuhan.
2. Ciptakan lingkungan yang mendorong kemurahan hati dan tanpa rasa malu.
Hindari membuat seseorang merasa buruk atau terintimidasi tentang uang. Alih-alih mengatakan, "Anda harus memberi persepuluhan," katakan, "Bagaimana prinsip-prinsip Alkitab tentang memberi dapat mengubah hubungan Anda dengan Tuhan." Gantikan kekhawatiran finansial dengan kebebasan finansial.
3. Mulai sistem tata kelola yang baik berdasarkan rasa syukur, bukan berdasarkan penggalangan dana karena kebutuhan.
Ketika para pemimpin memandang kemurahan hati sebagai amal dan bukan kelimpahan, segalanya berubah. Mereka bersaksi tentang kesetiaan Tuhan dalam memenuhi kebutuhan gereja dan berbagi kisah tentang doa yang dijawab dan kasih karunia yang tak terduga.

Tiga cara utama untuk mengembangkan kemurahan hati
1. Mulailah dengan rasa syukur, bukan rasa bersalah.
Sebelum Anda mempertimbangkan untuk memberi, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan berkat-berkat yang telah Tuhan berikan kepada Anda: keselamatan, hubungan, kesempatan, dan sumber daya sehari-hari. Mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas kemurahan-Nya bukanlah sebuah kewajiban.
2. Memaafkan karena iman, bukan karena takut.
Tanyakan pada diri sendiri, "Sejauh mana hal ini mencerminkan iman Anda pada rencana Tuhan?" Alih-alih bertanya, "Apa yang paling sedikit dapat saya lakukan?" tanyakan pada diri sendiri, "Sejauh mana hal ini mencerminkan iman Anda pada rencana Tuhan?" Terkadang lebih dari 10%, terkadang kurang. Yang penting adalah tindakan yang dilakukan dengan iman.
3. Hubungkan pengampunan dengan rencana Tuhan yang lebih besar.
Jangan anggap donasi Anda hanya sebagai biaya keanggotaan, tetapi sebagai kontribusi untuk pekerjaan kerajaan Allah. Saat memberi, layani dan doakan orang-orang yang akan menerima donasi Anda. Ini adalah sebuah hubungan, bukan sekadar transaksi.
Anda dapat mengambil langkah selanjutnya menuju kebebasan.
Kebenaran indah yang ditemukan oleh umat percaya di Memphis adalah ini:
Jika Anda merasa bersalah atau cemas tentang pembayaran donasi Anda, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian dan kami tidak akan melupakan Anda. Kasih Tuhan tidak didasarkan pada kemurahan hati Anda. Anda sudah dikasihi, diterima sepenuhnya, dan dihormati sepenuhnya.
Apakah Anda siap untuk mengalami sukacita kemurahan hati yang digambarkan dalam Alkitab? Pertama, ungkapkan rasa syukur Anda. Ucapkan terima kasih kepada Tuhan atas tiga berkat istimewa yang telah Dia berikan kepada Anda minggu ini. Kemudian, berdoalah memohon bimbingan-Nya agar hati Anda dipenuhi dengan rasa syukur.
Bergabunglah dengan Infinite Online Church untuk menjelajahi hubungan spiritual yang lebih dalam dan mengubah hidup. Tidak ada tekanan atau rasa bersalah: hanya sebuah komunitas yang bersama-sama mencari kehendak Tuhan.
Untuk menghubungi kami:
Minggu depan: Bagian 3 dari seri kami: “Mengapa Pendeta Bukanlah ATM Spiritual: Membangun Hubungan Kepemimpinan yang Efektif”

Komentar