top of page

Sepuluh strategi penting untuk membuat anggota baru merasa diterima dan terintegrasi ke dalam komunitas.

Menyambut anggota baru ke dalam komunitas gereja Anda bisa menjadi tantangan. Banyak orang merasa gugup dan ragu-ragu ketika pertama kali tiba. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan suasana yang hangat dan ramah serta mendorong percakapan setelah ibadah Minggu. Artikel ini menawarkan sepuluh kiat praktis untuk membuat anggota baru merasa disambut dan diterima, termasuk menggunakan alat digital untuk membangun hubungan yang kuat.


Bagian luar gereja didekorasi dengan papan tanda dan bunga yang indah.
A church entrance warmly decorated to greet newcomers

1. Sambut anggota baru dengan antusiasme dan semangat.


Sambutan hangat membuat pendatang baru merasa seperti di rumah. Para sukarelawan harus dilatih untuk menyambut pengunjung baru dengan senyuman. Buklet sambutan kecil yang berisi informasi tentang tradisi keagamaan, waktu ibadah, dan acara mendatang dapat membantu pendatang baru merasa diterima dan dihormati.


2. Buat grup untuk menyambut anggota baru.


Bentuklah kelompok penyambutan dan dukungan untuk anggota baru. Kelompok ini dapat bertemu secara teratur untuk mendoakan mereka, berbagi pengalaman, dan merencanakan kegiatan. Sediakan seorang mentor untuk setiap anggota guna membantu mereka terhubung dengan anggota lain dan menjawab pertanyaan mereka.


3. Menggunakan perangkat elektronik untuk berkomunikasi.


Banyak pengunjung baru lebih suka berkomunikasi satu sama lain melalui media sosial. Buat situs web atau aplikasi untuk komunitas Anda yang memiliki bagian khusus untuk pengunjung baru. Bagian ini harus mencakup hal-hal berikut:


  • Pesan video dari pendeta atau tim kepemimpinan.

  • Tautan ke acara dan studi Alkitab mendatang

  • Jika Anda memiliki pertanyaan atau permintaan doa, silakan isi formulir kontak.


Anggota baru dianjurkan untuk bergabung dengan grup diskusi atau forum online, di mana mereka dapat memperkenalkan diri dan terhubung dengan pengguna lain.


4. Bagikan artikel blog tentang topik pengembangan diri.


Menerbitkan artikel di buletin tentang topik-topik seperti iman, doa, dan pertumbuhan pribadi dapat membantu anggota baru memahami ajaran gereja sebaik mungkin. Ajak anggota untuk berbagi pengalaman atau pemikiran mereka. Tinggalkan komentar di bawah untuk mendorong diskusi dan pertukaran ide.


Gambar Alkitab yang terbuka, dengan buku catatan dan pensil di sampingnya.
An open Bible with a notebook and pen ready for study and reflection

5. Mengadakan studi Alkitab dan kelompok doa daring.


Tidak semua orang dapat menghadiri kelompok studi Alkitab atau pertemuan doa. Oleh karena itu, pertemuan daring memungkinkan anggota baru untuk terhubung dari rumah. Gunakan alat konferensi video untuk menyelenggarakan pertemuan internasional dan rekam untuk ditonton kemudian. Peserta didorong untuk mengajukan pertanyaan doa dan berpartisipasi dalam forum diskusi.


6. Dorong orang untuk berdoa dalam hati dan berbagi pengalaman mereka dalam berdoa.


Ajak anggota baru untuk berbagi momen refleksi atau doa di situs web gereja. Ini membantu mereka mengembangkan rasa kebersamaan dan pertumbuhan spiritual, sehingga mereka merasa didukung dalam perjalanan iman mereka.


7. Jelaskan langkah selanjutnya.


Bantu anggota baru untuk terlibat dalam kegiatan non-sukarela. Berikan mereka informasi detail tentang peluang menjadi sukarelawan, organisasi, dan acara mendatang. Hubungi mereka melalui email atau pesan instan dan undang mereka untuk bergabung.


8. Meningkatkan kebiasaan menghadiri upacara keagamaan.


Untuk membuat orang baru merasa nyaman, luangkan waktu sejenak untuk memperkenalkan diri. Sapaan sederhana atau memberi mereka kesempatan untuk memperkenalkan diri dapat membuat perbedaan besar. Gunakan bahasa yang mudah dipahami semua orang dan hindari istilah keagamaan yang dapat membingungkan orang baru.


9. Gunakan layanan obrolan untuk dukungan instan.


Untuk pertemuan atau acara keagamaan daring, aktifkan fitur obrolan agar peserta baru dapat mengajukan pertanyaan atau berbagi pemikiran doa mereka. Sediakan sukarelawan untuk memfasilitasi percakapan ini dan merespons dengan cepat. Interaksi instan ini membantu pendatang baru merasa menjadi bagian dari komunitas, meskipun mereka terisolasi di area tertentu.


Gambar di atas menunjukkan orang-orang yang duduk di gereja untuk pertemuan kelompok kecil.
A small group meeting in a church setting fostering connection and discussion

10. Tindak lanjut langsung setelah koneksi awal


Setelah anggota baru menghadiri acara atau ibadah keagamaan, Anda dapat menghubungi mereka melalui pesan pribadi atau panggilan telepon. Tanyakan tentang pengalaman mereka dan jawab pertanyaan mereka. Interaksi seperti ini menunjukkan minat Anda dan mendorong mereka untuk terus berpartisipasi.



 
 
 

Komentar


bottom of page